Selamat datang di blog Berita Kalimantan

Sunday, January 12, 2014

Suku Dayak Kalimantan Barat

Dayak merupakan sebutan bagi penduduk asli pulau Kalimantan. Kalimantan terbagi menjadi 5 provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Suku dayak merupakan suku yang mendominasi Kaimantan dengan lebih kurang terdapat 6 rumpun yakni Rumpun Kanayatn, Rumpun Ibanic, Rumpun Bidoih (Kidoh-Madeh), Rumpun Banuaka, Rumpun Kayaanic dan Rumpun Uut Danum. Terdapat lebih kurang 405 sub rumpun suku Dayak.


Menurut cerita turun temurun masyarakat Dayak, dikatakan bahwa nenek moyang suku dayak berasal dari Yunan, China. Bangsa China dari Yunan tersebut memasuki Kalimantan sekitar tahun 1368-1643. Mereka menyusuri berbagai daerah untuk berdagang berbagai jenis barang seperti candu, sutera dan barang pecah belah. Mereka tiba di Kalimantan dan menetap di sepanjang aliran sungai. Bersamaan dengan masuknya bangsa China ke daratan Kalimantan, masuk pula kelompok lain yang dikenal sebagai kelompok negroid dan weddid. Kedua kelompok imigran itu hidup berdampingan dengan bangsa China dan menetap di Kalimantan. Dari hanya berdagang akhirnya terjadi percampuran penduduk melalui perkawinan.

Perkawinan tersebut menghasilkan anak-anak yang berwajah oriental, sangat mirip dengan bangsa China bahkan lebih cantik dari pada bangsa China. Mereka bermata sipit dan berkulit kuning langsat sehingga terlihat lebih eksotik. Merekalah yang kemudian disebut sebagai Suku Dayak. Kata Dayak berasal dari kata Daya' yang artinya 'hulu', untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan. Suku Dayak akhirnya menyebar hampir ke seluruh daerah di Kalimantan.

Suku Dayak terbagi menjadi banyak sub suku. Mereka menyebut dirinya dengan kelompok yang berasal dari suatu daerah berdasarkan nama sungai, nama pahlawan, nama alam dan sebagainya. Misalnya suku Iban asal katanya dari ivan (dalam bahasa kayan, ivan artinya pengembara), suku Batang Lupar karena berasal dari sungai Batang Lupar, suku Mualang, diambil dari nama seorang tokoh yang disegani (Manok Sabung/algojo) di Tampun Juah yang diabadikan menjadi sebuah nama anak sungai Ketungau di daerah Kabupaten Sintang (karena suatu peristiwa) dan suku dayak Bukit (Kanayatn/Ahe) berasal dari Bukit Bawang

Masyarakat Dayak masih memegang teguh kepercayaan dinamismenya, mereka percaya setiap tempat-tempat tertentu ada penguasanya, yang mereka sebut Jubata, Petara, Ala Taala, Penompa dan lain-lain, untuk sebutan Tuhan yang tertinggi, kemudian mereka masih mempunyai penguasa lain dibawah kekuasaan Tuhan tertingginya, misalnya Puyang Gana (Dayak mualang) adalah penguasa tanah, Raja Juata (penguasa Air), Kama' Baba (penguasa Darat), Jobata, Apet Kuyan'gh dan lain-lain. Bagi mereka yang masih memegang teguh kepercayaan dinamismenya dan budaya aslinya, mereka memisahkan diri masuk semakin jauh kepedalaman.


Suku Dayak di Kalimantan Barat sebagian telah menganut agama Kristen Katolik dan sebagian lainnya menganut agama Kristen Protestan. Mereka masih memelihara adat istiadat dan tradisi nenek moyang yang diwariskan secara turun temurun. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah pesta adat naik dangau, tradisi setelah panen padi sebagai rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rezeki berlimpah atas hasil panen dan mohon agar hasil panen di tahun depan lebih baik dari pada tahun ini.

Salah satu hasil kerajinan tangan masyarakat dayak adalah kain tenun dayak.
Kain Tenun Dayak
Pembuatan Kain Tenun Dayak


3 comments:

  1. Mohon ijin berkunjung, sambil nyimak. smoga sukses dan sehat selalu

    ReplyDelete
  2. Info yang cukup Menarik,
    Salam satu bangsa satu jiwa....

    ReplyDelete